Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Kappa Makhluk Mitologi Dari Jepang
Selasa, 04 Februari 2014
Bentuknya mirip setan kecil, sering juga disebut monyet air. Seekor Kappa memiliki lekukan di atas kepalanya dan lekukan itu dipenuhi air dari mata air asli. Jika air tersebut tumpah, kekuatan magisnya hilang. Kappa biasanya minum darah tapi itu tergantung apakah dia baik atau jahat. Kappa suka mentimun dan apabila ada keluarga yang ingin dilindungi Kappa atau menghindari kesialan, mereka biasanya menulis nama mereka di mentimun dan melemparnya di kolam Kappa. Makhluk ini dikenal sopan dan selalu menepati janji. Yang aneh dalam cerita Kappa di cerita rakyat Jepang adalah banyaknya versi Kappa yang berbeda. Ada Kappa bermata satu, Kappa berbulu, Kappa penakut, Kappa pendaki gunung dan bahkan pesta Kappa.Makhluk ini juga disebut memiliki bau seperti ikan dan membenci suara keras dan benda logam. Habitat utama Kappa tersebar di wilayah Kyushu dan sungai Sarugaishi di Honshu.

Satu ciri yang unik dari Kappa adalah adanya sebuah rongga tanpa tutup di atas kepalanya. Rongga bulat ini berisi air yang menjadi sumber kekuatan Kappa. Jadi jika suatu hari anda bertengkar dengan Kappa, sebelum bertarung, berilah hormat terlebih dahulu dengan cara membungkukkan badan. Kappa yang disebut sebagai makhluk yang memiliki tata krama akan segera membalas dengan membungkukkan badannya juga. Dengan demikian cairan di kepalanya akan tumpah dan kekuatannya akan hilang. Hal ini akan memaksa ia mengundurkan diri dari pertarungan.

Walaupun memiliki ukuran seperti anak kecil, Kappa disebut memiliki kekuatan yang besar. Ia berani menyerang seekor kuda dan mampu menarik mangsanya yang bertubuh lebih besar ke dalam air. Menurut berbagai legenda, Kappa mendapatkan kekuatannya dengan meminum darah dan menyantap isi perut mangsanya. Walau kadang dideskripsikan sebagai makhluk yang jahat, namun banyak legenda menceritakan mengenai Kappa sebagai makhluk yang baik dan pandai mengobati. Jika ia tertangkap dan diminta untuk berjanji agar tidak mengganggu penduduk lagi, ia pasti akan menepati janjinya.

Pertama kali kisah Kappa muncul pada catatan kuno Nihon Shoki yang berasal dari tahun 720 masehi. Di dokumen itu, Kappa disebut "Kawa no Kami". Pada periode Edo, Ilustrasi mengenai Kappa muncul dalam antologi-antologi dan lukisan. Pada tahun 1910, Kappa mulai mendapat popularitasnya setelah sebuah kisah yang berjudul Tono Monogatari terbit. Dalam kisah itu diceritakan mengenai beberapa makhluk legenda termasuk Kappa.

Satu ciri yang unik dari Kappa adalah adanya sebuah rongga tanpa tutup di atas kepalanya. Rongga bulat ini berisi air yang menjadi sumber kekuatan Kappa. Jadi jika suatu hari anda bertengkar dengan Kappa, sebelum bertarung, berilah hormat terlebih dahulu dengan cara membungkukkan badan. Kappa yang disebut sebagai makhluk yang memiliki tata krama akan segera membalas dengan membungkukkan badannya juga. Dengan demikian cairan di kepalanya akan tumpah dan kekuatannya akan hilang. Hal ini akan memaksa ia mengundurkan diri dari pertarungan.
Walaupun memiliki ukuran seperti anak kecil, Kappa disebut memiliki kekuatan yang besar. Ia berani menyerang seekor kuda dan mampu menarik mangsanya yang bertubuh lebih besar ke dalam air. Menurut berbagai legenda, Kappa mendapatkan kekuatannya dengan meminum darah dan menyantap isi perut mangsanya. Walau kadang dideskripsikan sebagai makhluk yang jahat, namun banyak legenda menceritakan mengenai Kappa sebagai makhluk yang baik dan pandai mengobati. Jika ia tertangkap dan diminta untuk berjanji agar tidak mengganggu penduduk lagi, ia pasti akan menepati janjinya.

Pertama kali kisah Kappa muncul pada catatan kuno Nihon Shoki yang berasal dari tahun 720 masehi. Di dokumen itu, Kappa disebut "Kawa no Kami". Pada periode Edo, Ilustrasi mengenai Kappa muncul dalam antologi-antologi dan lukisan. Pada tahun 1910, Kappa mulai mendapat popularitasnya setelah sebuah kisah yang berjudul Tono Monogatari terbit. Dalam kisah itu diceritakan mengenai beberapa makhluk legenda termasuk Kappa.
sumber
Rumah Kreasi Gelandangan Jepang Yang Unik
Rabu, 01 Januari 2014
Pada tahun 2004, seorang arsitek bernamaKyohei Sakaguchi merilis sebuah buku dengan judul Rumah Nol Yen. Adapunpendapat dari An-architecture yaitu buku ini berisi tentang rumah gelandangan.Rumah gelandangan yang berada di Nagoya, Tokyo maupun Osaka. Buku inimenunjukkan adanya perbedaan metode konstruksi serta material yang digunakanpara gelandangan dalam membuat rumah mereka. Selain itu, juga menunjukkanpenghematan material dalam membangun struktur sebuah rumah.
Rumah yang dibuat oleh gelandangan dengankreasi "Rumah Nol Yen" juga cukup efisien meskipun bentuk arsitekturnyasementara. Latar belakang proses pembuatan dari buku tersebut yaitu ketikaKyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan pada tahun 2000.Kampung gelandangan tersebut berada di pinggiran sungai Tokyo di negara Jepang.Gelandangan yang dimaksud pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Ia telahberhasil membuat rumah dengan kreasi "Rumah Nol Yen". Kreasi rumah "Rumah NolYen" tersebut menggunakan panel tenaga surya.
Adanya tenaga surya membantu penghuninya dapatmenikmati hiburan dari radio maupun TV. Alasannya, tentu saja karena tenagasurya dapat menghasilkan listrik untuk menyalakan radio maupun TV tersebut.Rumah hasil buatan gelandangan ini bentuknya kecil, bagian sisi diberi lapisanvinil biru yang lebar, interior dari kayu serta atap dari kardus. Selain itu,juga dapat menjadi kapal karena kemampuannya mengapung di atas air. Gelandanganitu hanya menaruh rumah tersebut di jalan. Semoga ulasan ini bermanfaat danmendorong kreasi bagi pembaca dalam hal lainnya.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie9bbKitnLNOPb03ZY7rJnO3sTxBgefQkS8k5Dh3ZPUo8cul3FjwOawWLnJy1M8Uu55PuOHQxSQp3EUlDUCEzWyHwf-KRl97EM2bDtdMTsfoE-yaTyUwxchwg3oXdfCe1axtRAnY1a2Hc/s400/161865_-rumah-nol-yen--karya-gelandangan-jepang_663_382.jpg)
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8DRSgd5OzK9jAgoE0bxfG2xqv0DHbeJP1USR5VCNqsENnxicfi1x5W9HMy_yTVahkwiw_CyMnRWZu67SA-BoR1kLlAXmdmQhhjSJy3tBO-XJlcPGcod2DrnHZIZNoYh6V80Xyx6BAoXk/s400/rumah-nol-yen.jpg)
Sumber
Rumah yang dibuat oleh gelandangan dengankreasi "Rumah Nol Yen" juga cukup efisien meskipun bentuk arsitekturnyasementara. Latar belakang proses pembuatan dari buku tersebut yaitu ketikaKyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan pada tahun 2000.Kampung gelandangan tersebut berada di pinggiran sungai Tokyo di negara Jepang.Gelandangan yang dimaksud pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Ia telahberhasil membuat rumah dengan kreasi "Rumah Nol Yen". Kreasi rumah "Rumah NolYen" tersebut menggunakan panel tenaga surya.
Adanya tenaga surya membantu penghuninya dapatmenikmati hiburan dari radio maupun TV. Alasannya, tentu saja karena tenagasurya dapat menghasilkan listrik untuk menyalakan radio maupun TV tersebut.Rumah hasil buatan gelandangan ini bentuknya kecil, bagian sisi diberi lapisanvinil biru yang lebar, interior dari kayu serta atap dari kardus. Selain itu,juga dapat menjadi kapal karena kemampuannya mengapung di atas air. Gelandanganitu hanya menaruh rumah tersebut di jalan. Semoga ulasan ini bermanfaat danmendorong kreasi bagi pembaca dalam hal lainnya.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie9bbKitnLNOPb03ZY7rJnO3sTxBgefQkS8k5Dh3ZPUo8cul3FjwOawWLnJy1M8Uu55PuOHQxSQp3EUlDUCEzWyHwf-KRl97EM2bDtdMTsfoE-yaTyUwxchwg3oXdfCe1axtRAnY1a2Hc/s400/161865_-rumah-nol-yen--karya-gelandangan-jepang_663_382.jpg)
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8DRSgd5OzK9jAgoE0bxfG2xqv0DHbeJP1USR5VCNqsENnxicfi1x5W9HMy_yTVahkwiw_CyMnRWZu67SA-BoR1kLlAXmdmQhhjSJy3tBO-XJlcPGcod2DrnHZIZNoYh6V80Xyx6BAoXk/s400/rumah-nol-yen.jpg)
Sumber
#bcfda5
Langganan:
Postingan (Atom)